Latar Belakang

Peran Pendidikan di era globalisasi seperti sekarang ini sangatlah penting.dan persaingan dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi dewasa ini semakin berat. Setiap perguruan tinggi dituntut untuk memiliki suatu nilai tambah untuk bisa memenangkan persaingan dengan perguruan tinggi lain. Salah satu nilai tambah itu adalah dengan memberikan kepuasan kepada Mahasiswa dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan disegala bidang. Salah satu cara peningkatan kualitas itu adalah mengganti layananan administrasi dari manual menjadi online

Karena dengan cara manual dirasakan mempunyai banyak kelemahan sehingga menjadi kelemahan dari perguruan tinggi dalam usaha meningkatkan kepuasaan mahasiswanya. Diharapkan Binusmaya ini memberikan kontribusi kepada  Mahasiswa sesuai dengan harapan.

Sejarah

Universitas Bina Nusantara pada awalnya berasal dari sebuah institusi pelatihan komputer Modern Computer Course yang didirikan pada 21 Oktober 1974. Seiring dengan perkembangan, Modern Computer Course kemudian berkembang menjadi Akademi Teknik Komputer (ATK) pada 1 Juli 1981. Akademi ini menawarkan pendidikan manajemen informatika dan teknik informatika. Tiga tahun kemudian pada 13 Juli 1984 ATK mendapatkan status terdaftar dan berubah menjadi AMIK Jakarta. Pada 1 Juli 1985, AMIK membuka kursus di bidang komputerisasi akuntansi. AMIK mulai menggunakan nama Bina Nusantara pada 21 September 1985.

AMIK mendapatkan penghargaan akademi komputer terbaik dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Maret 1986. AMIK Bina Nusantara kemudian membentuk STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer) Bina Nusantara pada 1 Juli 1986. Institusi ini kemudian menawarkan program studi sarjana (S1) di bidang manajemen informatika dan teknik informatika.

Pada 9 November 1987 AMIK Bina Nusantara bergabung dengan STMIK Bina Nusantara membentuk satu institusi pendidikan yang menawarkan program studi diploma (D3) dan strata 1 (S1). STMIK Bina Nusantara memperoleh status disamakan untuk semua program studi pada 18 Maret 1992. STMIK Bina Nusantara kemudian membuka program studi pascasarjana manajemen sistem informasi, pertama di Indonesia pada 10 Mei 1993.

Universitas Bina Nusantara kemudian didirikan pada 8 Agustus 1996. STMIK Bina Nusantara kemudian bergabung dengan Universitas Bina Nusantara pada 20 Desember 1998.

Pendiri

Bina Nusantara didirikan oleh:

Ruang Lingkup

Penerapan sistem mutu ISO 90001 didalam peningkatan kualitas Layanan admintrasi dari manual menjadi online hanya di berkaitan dengan proses disain kurikullum, materi kuliah dan operasional perkuliahan, pengajaran dan penelitian pada program pendidikan D3,S1, dan S2

Ciri – ciri Binusian

©       Memiliki kematangan emosional dan intelektual

©       Mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dalam menjalankan tugas dan baktinya

©       Kreatif, komunikatif dan siap memimpin perubahan bila dipandang perlu

©       Siap berkompetisi secara global

©       Memiliki budaya mutu, nilai – nilai dan ethos kerja Binusian

©       Memiliki Learning Habbit

Sebagai Binusian yang Smart and Good kita harus menunjukkan kompetensi dan kepribadian melalui prilaku yang baik, memiliki jati diri dan mampu memilih yang baik dalam lingkungan yang beraneka alternative serta dapat beradaptasi dalam kehidupan yang beragam dan cepat berubah untuk menjadi warga dunia yang penuh dengan tanggung jawab

Budaya Mutu Binusian

©       Percaya pada Tuhan Yang Maha Esa (Trust in God),

suatu keyakinan bahwa Tuhan senantiasa akan menjaga dan mendampingi kita dalam suka dan duka sehingga kita perlu selalu bersyukur pada Nya.

©       Perbaikan menerus (Continuous Improvement)

suatu usaha tiada henti untuk membuat hari esok lebih baik dari hari ini maupun kemarin. Sebuah semangat pantang menyerah bila menghadapi hambatan atau kegagalan

©       Penggunaan tolak ukur atau panutan (Benchmarking)

suatu usaha siap belajar terus dari orang atau organisasi lain yang dianggap lebih baik sebuah usaha untuk siap mengamati belajar serta mencoba termasuk berani bertanya dan mendengarkan apa yang perlu dilakukan serta senantiasa mencari peluang yang ada

©       Ketuntasan (Sense of closure)

suatu usaha yang tekun dan konsisten yang berani mengakhiri rencana yang sudah diputuskan karena ini merupakan kunci tercapainya sukses

©       Kekeluargaan dan kebersamaan (Sense of belonging)

suatu usaha untuk bekerjasama serta berkomunikasi dengan orang lain melalui kerjasama team (teamwork)

Nilai – nilai Binusian

Semangat dan jiwa Binusian akan seiring dan sejalan dengan perilaku yang bernafaskan kepada nilai nilai

Konsisten dan komitmen

Bentuk perilaku yang senantiasa setia pada janji dan rencana yang telah diputuskan

Egaliter

Bentuk perilaku yang menunjukkan sikap rendah hati dan tidak menyombongkan diri atas jabatan atau posisi yang telah dicapai

Jujur

Bentuk perilaku yang berani mengakui kesalahan, berani mengatakan yang sebenarnya termasuk dapat mengakui dan menghormati hak serta milik orang lain

Terbuka

Suatu semangat untuk memberitahu secara logical dan rasional tentang informasi yang dibutuhkan apa adanya tergantung hak dan wewenangnya dengan tetap berusaha menjaga keseimbangan yang ada antara lain pertimbangan yang perlu dilakukan dengan memperhatikan tempat waktu dan lingkungan serta kondisi dari pihak yang diajak bicara, kode etik profesi/etika moral/etika social serta kematangan/kedewasaan penerima informasi. Dasar dari keterbukaan adalah bertanggung jawab, mempunyai niat positif dan tidak menyulitkan pihak lain, membela kepentingan yang lebih besar.

Adil

Suatu semangat untuk berusaha memperlakukan pihak lain secara sama, tanpa membeda‐bedakan jenis kelamin, ras, agama, umur dan sebagainya. Dimana penerapannya perlu didekati dengan berpedoman pada hati nurani.

Peduli

Suatu nilai yang dikembangkan terkait dengan budaya mutu “Sense of Belonging”, rasa memiliki termasuk rasa satu keluarga. Suatu tekad untuk siap membantu dimana perlu meskipun tidak diminta atau bukan kewajibannya.

Berani dan bertanggung jawab

Dua kata yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain untuk tidak diartikan lain. Kata Berani saja dapat diartikan sebagai berani yang bisa sewenang‐wenang. Berani & bertanggung jawab, adalah semangat untuk berani membela kebenaran, sekalipun dirinya mendapat ancaman.

Ethos Kerja Binusian

Semangat Budaya Mutu dan nilai nilai hendaknya juga sejalan dan lahir melalui pelaksanaan Ethos kerja Binusian yaitu

©       Memberi teladan dan komitmen

©       Saling menghormati dan menghargai

©       Berkomunikasi dengan baik

©       Memberikan nilai apa adanya

©       Melakukan perubahan yang lebih baik

©       Belajar terus menerus Continuous learning

Semboyan Universitas Bina Nusantara

“Membangun masa depan bangsa melalui Ilmu Pengetahuan dan teknologi”

Arti nama Bina Nusantara

Meningkatkan Sumber Daya Manusia diseluruh wilayah Nusantara

Universitas Bina Nusantara  melambangkan visi misi untuk menajdi Perguruan Tinggi yang siap berkompetisi dan beradaptasi terhadap perubahan global

Visi

“A world-class university in continuous pursuit of innovation and enterprise”

World Class

Graduates of UBINUS will be accepted in the global market and environment through the highest level of education excellence encompassing teaching, learning and applied research·

Knowledge Institution

A university characterized by the utilization of evolving knowledge to create economic value through its distinctive competence

Innovation

The economically successful introduction and application of new and existing scientific knowledge and teaching-learning process for practical purposes in order to create superior stakeholder value

Enterprise

Innovative business practices relating to an individual or organization’s capability to drive positive changes in the global market and environment

Misi

Commits to deliver excellence in education and research for the global community by Providing a learning experience that encourages and rewards innovation

Applying an international standard teaching learning process and environment

Life long globally oriented journesy through student centered learning

Vibrant learning environment that places greater emphasis on development intellectual curiosity,

exploration and the spirit of enterprise

Superior academic quality that inspires, challenges, and develops skills & values that enables stakeholders to reach their fullest potential

Excellent and unparalleled service at every touch point

Creating high impact applied knowledge

Constructive contribution and effective dissemination to the universal body of knowledge that is relevant to stakeholders current needs & emerging trends in line with the spirit of entreprise

Pursuing a positive contribution to the quality of life

Achieving success through the betterment of peoples lives by discovering potential and developing high ethical values

Contributing to outstanding leadership

Becoming a role-model university in the creation of new opportunities

Moving towards the future by influencing others to reach shared purposes

Leading corporate entrepreneurship

Innovative and successful creation of business opportunities to enchance competitive advantage and strategic renewal

Sertifikasi

Sertifikasi ISO 9001 BINUS UNIVERSITY juga menerapkan metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa, pengembangan kurikulum internasional dengan mitra internasional dan industri, serta terus mengukur dan meningkatkan kualitas. Tak heran pada 17 November 1997, BINUS UNIVERSITY meraih Sertifikat ISO 9001, yakni pengakuan dasar dari mutu internasional, karena kontribusi dan penerapan Sistem Manajemen Kualitas pada perancangan kurikulum dan materi perkuliahan, proses perkuliahan, pengajaran, dan penelitian. Sistem Manajemen Kualitas ini sukses ditingkatkan menjadi ISO 9001:2000 pada 13 November 2001. Dengan begitu, BINUS UNIVERSITY adalah universitas pertama di Indonesia yang meraih Sertifikasi ISO 9001.

Implementasi Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000

Rencana merupakan jembatan penghubung antara posisi kita sekarang dengan posisi keadaan yang kita inginkan. Melalui perencanaan manajemen mengkoordinasikan upaya mempersiapkan perubahan dan mengelola perkembangan.

Perencanan yang baik melibatkan seni membuat hal yang sulit menajdi sederhana sehingga dapat mewujudkan segala sesuatu menjadi mungkin.

Tahap yang harus dilalui dalam penerapan sistem mutu ISO 9000 :

  1. 1. Persiapan

Langkah pertama yang perlu dilakukan bagi sebuah institusi yang ingin menerapkan sistem mutu adalah mendapatkan komitmen dari pimpinan puncak. Setelah itu ditentukan seberapa luas penerapan tersebut akan dilaksanakan. Jika penerapan akan dilanjutkan sampai pada pengajuan sertifikat ISO 9001 akan mempengaruhi biaya dan jangka waktu yang akan dilaksanakan

  1. 2. Pendokumentasian

Tahap ini merupakan tahap yang paling panjang dan paling menyita waktu, terutama dalam menyusun manual mutu, prosedur sistem (yang lebih disering disebut prosedur tetap atau Standar Operation Procedure (SOP) dan instruksi kerja serta dokumen lainnya. Sebelum tim mulai menuliskan sesuatu perlu diberikan pelatihan penulisan dokumen sistem mutu. Dengan bekal pengetahuan dari pelatihan tersebut.

Tim mulai mendata proses mana saja yang termasuk dalam lingkup ISO dan bagaimana kelengkapan dokumentasi proses tersebut dibandingkan dengan standar ISO. Penulisan dokumen sistem mutu dimulai dari penulisan manual mutu hingga formulir. Segera setelah kebijakan mutu ditetapkan perlu disebarluaskan ke seluruh personil di perguruan tingii yang bersangkutan. Penulisan tiap SOP sebaiknya disusun oleh orang orang yang terlihat langsung dalam proses tersebut.

  1. 3. Implementasi dan evaluasi

Setelah dokumen sistem mutu selesai dibuat, selanjutnya adalah penerapan dalam aktivitas kerja sehari hari. Agar tidak terjadi kesimpang siuran SOP hendaknya diajarkan kepada setiap personil melalui kepada bagian masing masing. Sebelum prosedur sistem mutu tersebut ditetapkan. Yang perlu ditekankan adalah bahwa mutu tidak dapat diinspeksi dari produk akhirnya saja melainkan harus dibangun dengan benar dari awal proses.

Penerapan sistem mutu ini perlu dievaluasi secara bertahap untuk dilakukan perbaikan perbaikan demi kesempurnaan sistem

  1. 4. Perbaikan dan penyempurnaan

Hasil evaluasi yang dilakukan selama implementasi sistem mutu akan selalu menjadi masukkan untuk perbaikan dan tindakan pencegahan.

  1. 5. Sertifikasi

Mulai dengan memilih badan sertifikasi, biasanya dilakukan dengan bantuan konsultan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengiriman dokumen (manual mutu dan prosedur sistem mutu untuk dilakukan pemeriksaan awal. Apabila penilaian awal ini lulus maka akan dilanjutkan dengan penilaian lapangan.

Dari hasil penilaian ini. Badan sertifikasi akan memutuskan apakah hasil audit layak atau tidak untuk direkomendasikan mendapatkan sertifikat ISO 9001 yang menyatakan bahwa sistem manajemen mutu yang diterapkan oleh institusi tersebut telah disetujui oleh badan sertifikasi sesuai dengan standar sistem manajemen mutu ISO 9001 yang berlaku.

Definisi Quality Assurance

Menurut Kaoru Ishikawa : QA ialah kegiatan untuk memastikan mutu dalam suatu produk sehingga pelanggan dapat membelinya dengan keyakinan dan kepuasan.

Menurut ISO 8402 : QA ialah semua kegiatan yang terencana dan sistematis yang diterapkan didalam sistem mutu dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, untuk memberikan keyakinan yang cukup bahwa perusahaan akan memenuhi persyaratan mutu.Satu hal yang perlu dipertimbangkan yakni “Jangan meng-eliminir Inspection” karena Inspection adalah salah satu cara untuk memastikan produk. Untuk memastikan produk memang tidak hanya dengan Inspection saja, masih ada cara lainnya yakni : Process Control Oriented dan Product Development Oriented. Tergantung dari karakteristik produk masing-masing untuk menentukan cara mana yang paling efektif. Pemastian Mutu (Quality Assurance) terdapat di dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pemahaman persyaratan pelanggan

2. Penentuan proses penting

3. Penentuan sistem mutu

4. Dokumentasi sistem mutu

5. Pelaksanaan dalam praktek

6. Pengendalian proses

7. Pelatihan

8. Pelaksanaan evaluasi

9. Perbaikan dan pencegahan

Setiap produk dengan dimensi mutunya dihasilkan oleh berbagai macam proses, maksudnya setiap proses akan menghasilkan bagian dari produk jadi, setiap proses membutuhkan masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output). Keberhasilan proses diukur dari seberapa jauh mana output dari proses tersebut memenuhi konsistensi dimensi mutunya.

Bila kita amati produk dan proses-proses di perusahaan, kita akan menjumpai bahwa tidak ada dua buah produk ataupun proses yang sama (100%). Umumnya kita selalu akan menjumpai perbedaan. Semakin kecil perbedaan, prosesnya semakin konsisten. Beberapa variabel yang menghasilkan perbedaan secara garis besar dikategorikan kedalam faktor 4M +1E, yakni : Manusia, Mesin (alat), Material dan Metode serta Environtmental (lingkungan).
Folosofi dasar di Industri khususnya Industri Manufaktur yakni : “the next process is our customer”. Jadi proses ke-2 adalah pelanggan dari proses ke-1 dan proses ke-3 adalah pelanggan dari proses ke-2.

Agar suatu proses dapat memberikan kepuasan kepada proses berikutnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain

:
1. Memahami persyaratan proses berikutnya.

2. Jangan memproduksi ketidaksesuaian (non conformance)

3. Jangan mengirim ketidaksesuaian (non conformance) ke proses berikutnya.

4. Jangan menerima ketidaksesuaian (non conformance) dari proses sebelumnya.

Kita perlu memahami bahwa setiap orang berperan 3 macam, yaitu sebagai :
1. Customer (Pelanggan dari proses sebelumnya)

2. Production process

3. Supplier (Pemasok kepada proses berikutnya)

Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu system perkembangan di Amerika Serikat. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat, khususnya masyarakat bisnis. Namun, beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu terpadu secara garis besar dapat dikemukakan berikut ini.

1. F.W. Taylor (1856-1915)

Seorang insiyur mengembangkan satu seri konsep yang merupakan dasar dari pembagian kerja (devision of work). Analisis dengan pendekatan gerak dan waktu (time and motion study) untuk pekerjaan manual memperoleh gelar “Bapak Manajemen Ilmiah” (The Father of Scientific Management). Dalam bukunya tersebut Taylor menjelaskan beberapa elemen tentang teori manajemen, yaitu sebagai berikut.

  • Setiap orang harus mempunyai tugas yang jelas dan harus diselesaikan dalam satu hari
  • Pekerjaan harus memiliki peralatan yang standar untuk menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya.
  • Bonus dan intensif wajar diberikan kepada yang berprestasi maksimal.
    Penalti yang merupakan kerugian bagi pekerjaan yang tidak mencapai sasaran yang telah ditentukan (personal loss).
  • Taylor memisahkan perencanaan dari perbaikan kerja. Dengan demikian, dia memisahkan pekerjaan dari tanggung jawab untuk memperbaiki kerja.

2. Shewart (1891-1967)

Seorang ahli statistik yang bekerja pada “Bell Labs” selama periode 1920-1930. Dalam bukunya The Economic Control of Quality Manufactured Products, diperoleh suatu kontribusi yang menonjol dalam usaha untuk memperbaiki mutu barang hasil pengolahan. Dia mengatakan bahwa variasi terjadi pada setiap segi pengolahan dan variasi dapat dimengerti melalui penggunaan alat statistik yang sederhana.Sampling dan probabilitas digunakan untuk membuat control chart untuk memudahkan para pemeriksa mutu, untuk memilih produk mana yang memenuhi mutu dan tidak. Penemuan Shewhart sangat menarik bagi Deming dan Juran, yaitu kedua sarjana ahli dalam bidang statistik.
3. Edward Deming
Lahir tahun 1900 dan mendapat Ph. D. pada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah memberikan pelajaran tentang pengendalian mutu secara statistik kepada para insinyur bukan kepada para manajer yang mempunyai wewenang untuk memutuskan. Katanya “Quality is not determined on theshop floor but in the executive suite”. Pada 1950 beliau diundang oleh “The Union to Japanese Scientists and Engineers (JUSE)” untuk memberikan ceramah tentang mutu. Pendekatan Deming dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Quality is primarily the result of senior management actions and not the results of actions taken by workers.
  • The system of work that determines how work is performed and only managers cancreate system.
  • Only manager can allocate resources, provide training to workers, select the equipment and tools that worekers use, and provide the plant and environment necessary to achieve quality.
  • Only senior managers determine the market in which the firm will participate and what product or service will be solved.

Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatan pimpinan secara aktif tidak mungkin tercapai manajemen mutu terpadu.
4. Prof. Juran
Ia mengunjungi Jepang pada tahun 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Ia membantu Jepang untuk mempraktikkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu “management process” yang terpadu. Juran mendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan trilogy Juran, yaitu finance planning, financial control, financial improvement.

Adapun perincian trilogi itu sebagai berikut.

  • Quality planning, yaitu suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan enyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan.
  • Quality control, yaitu suatu proses di mana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi, dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan, misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki.
  • Quality improvement, yaitu suatu proses di mana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber, menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu, melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu, dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya. Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekadar menggambarkan secara singkat saja. Masih banyak sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep “pentingnya perbaikan mutu secara terus-menerus bagi setiap produk walaupun teknik yang diajarkan berbedabeda”.

Kini sampailah pada pengertian mutu yang diambil dari “America Society for Quality Control” yang mengatakan Quality is the totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994). Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. Produk bermutu kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut

Delapan Dimensi Mutu
Dalam hal kualitas dianggap layak, maka diperlukan suatu produk untuk dapat memenuhi dimensi-dimensi berikut ini.

  1. Performa: seberapa cocok produk itu digunakan sesuai dengan fungsi pemenuhan kebutuhannya
  2. Features: konten dari produk yang membedakannya dari produk lain
  3. Reliabilitas: seberapa lama produk itu dapat bertahan dari kerusakan
  4. Conformance: sejauh mana produk dapat dikembangkan oleh konsumen itu sendiri.
  5. Durabilitas: seberapa lama produk dapat digunakan sampai benar benar tidak dapat dipakai lagi
  6. Serviceability, speed, cost, ease to repair: ada tidaknya servis center dan seberapa banyak biaya yang dikeluarkan konsumen untuk itu.
  7. Esthetic: nilai keindahan dari produk, termasuk dalam definisi ini adalah tampilan fisik produk
  8. Percieved quality: kesan yang membekas dari produk pada pemikiran konsumen

Quality diartikan sebagai sebuah informasi yang dibutuhkan oleh costumer dan disampaikan secara cepat, benar dan akurat. Costumer dari Binusmaya adalah Dosen dan Mahasiswa

Sistem yang berjalan dan masalah yang dihadapi

Informasi kegiatan perkuliahan seperti bahan kuliah jadwal kuliah, jadwal ujian, nomor kursi ujian dan nilai ujian sangatlah penting bagi mahasiswa untuk menunjang keberhasilan Mahasiswa dalam menempuh proses belajar mengajar mahasiswa.

Kebutuhan informasi yang diharapkan dan dibutuhkan oleh Mahasiswa adalah cepat dan tepat juga akurat.

Bahan kuliah, jadwal kuliah, nilai ujian, jadwal ujian dan nomor kursi ujian yang disampaikan secara manual dan masih tidak berarturan membuat Mahasiswa sering tidak mengetahui dan ketinggalan informasi jadwal jadwal perkuliahannya.

Sulitnya komunikasi dengan Dosen dan Mahasiswa yang tergabung dalam kelas tersebut juga menghambat proses belajar mengajar dari Mahasiswa.

Mahasiswa harus datang dan melihat pengumuman yang dikeluarkan oleh Universitas Bina Nusantara dan berkomunikasi, berdiskusi dengan Dosen dan Mahasiswa secara tatap muka langsung.

DIkarenakan penyampaian informasi mengenai kegiatan kegiatan perkuilahan yang diperlukan sangat tidak beraturan maka untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan  seperti penempatan pengumuman yang tidak tepat, human error maka dibuatlah BINUSMAYA

Biaya yang harus dikeluarkan oleh Universitas Bina Nusantara sebelum adanya BINUSMAYA dan data yang diambil data lima tahunan

Total Biaya untuk pembelian kertas dalam mencetak Jadwal Kuliah (per tahun)

Tahun

Jumlah

Mhs Aktif

Jumlah paper yang diperlukan

Harga

Total

Total dalam setahun

2003

23822

24 box

135.000

3..240.000

6.480.000

2004

22411

23 box

135.000

3..105.000

6.210.000

2005

21045

22 box

135.000

2.841.075

5.682.150

2006

20422

21 box

135.000

2.835.000

5.670.000

2007

20256

21 box

135.000

2.835.000

5.670.000

2008

21162

22 box

135.000

2.841.075

5.682.150

Total Biaya untuk pembelian kertas dalam mencetak Jadwal Ujian ( UTS dan UAS )

Tahun

Jumlah

Mhs Aktif

Jumlah paper yang diperlukan

Harga

Total

Total dalam setahun

2003

23822

24 box

135.000

3..240.000

12.960.000

2004

22411

23 box

135.000

3..105.000

12.420.000

2005

21045

22 box

135.000

2.841.075

11.364.300

2006

20422

21 box

135.000

2.835.000

11.340.000

2007

20256

21 box

135.000

2.835.000

11.340.000

2008

21162

22 box

135.000

2.841.075

11.364.300

Total Biaya Jadwal Kuliah dan Total Biaya Jadwal Ujian dalam setahun

ahun

Total Biaya

Jadwal Kuliah

Total Biaya

Jadwal Ujian

Total Biaya dalam setahun

2003

6.480.000

12.960.000

19.440.000

2004

6.210.000

12.420.000

18.630.000

2005

5.682.150

11.364.300

17.046.450

2006

5.670.000

11.340.000

17.010.000

2007

5.670.000

11.340.000

17.045.450

2008

5.682.150

11.364.300

17.046.450

Gambar ~ 1 Total Biaya Jadwal Kuliah dan Total Biaya Jadwal Ujian

Setiap tahunnya Universitas Bina Nusantara harus mengeluarkan biaya sebesar + sebilan belas juta rupiah untuk mencetak jadwal kuliah setahun dua kali yaitu periode Ganjil dan periode Genap  dan ujian setahun empat kali yaitu Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester Periode Ganjil dan Periode Genap, jadwal kuliah untuk periode Genap dan periode Ganjil.

Jadwal kuliah ini dicetak dan dibagikan untuk Mahasiswa setiap dua minggu diawal perkuliahan dalam satu semester dan setiap dua minggu sebelum waktu ujian mahasiswa dibagikan jadwal ujian.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.